Banten Training Center Uncategorized Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang Banten

Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang Banten

Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang Banten

Bekerja di ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang di lakukan oleh tenaga kerja pada tempat kerja yang memiliki potensi jatuh serta memiliki potensi kerugian, Bekerja di Ketinggian bisa menggunakan beberapa metode kerja,seperti menggunakan perancah,gondola tangga maupun Akses tali / Rope Acces, dalam hal ini pekerja yang sudah memasuki kriteria tersebut di haruskan untuk mengikuti Pelatihan Tenaga kerja pada ketinggian,Pedoman penyelenggaraan Pelatihan K3 Bekerja di ketinggian di atur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 9 Tahun 2016.

Pelatihan Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 2 (TKPK 2) diperuntukan bagi pekerja yang telah memilki sertifikat Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 1. Calon peserta juga harus sudah berpengalaman bekerja pada ketinggian tingkat 1 lebih dari 500 jam.

Pelatihan dibawakan oleh tim instruktur yang terdiri dari akademisi, praktisi dan pihak dari Kemnaker RI. Program pelatihan berlangsung selama 5 hari dan ujian kompetensi dilakukan di hari terakhir. Peserta yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan sertifikat kompetensi dari Kemnaker RI.

Bekerja Pada Ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja pada Tempat Kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau orang lain yang berada di Tempat Kerja cedera atau meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda.

Tempat Kerja yang dimaksud terbagi menjadi Lantai Kerja Tetap dan Lantai Kerja Sementara. Lantai Kerja Tetap ialah semua permukaan yang dibangun atau tersedia untuk digunakan secara berulang kali dalam durasi yang lama. Lantai Kerja Sementara adalah semua permukaan yang dibangun atau tersedia untuk digunakan dalam durasi yang tidak lama, terbatas pada jenis pekerjaan tertentu atau ada kemungkinan runtuh

Bekerja Pada Ketinggian wajib memenuhi persyaratan K3 yang meliputi:

  1. Perencanaan;

Pengusaha dan/atau pengurus wajib memastikan bahwa semua kegiatan Bekerja Pada Ketinggian yang menjadi tanggung jawabnya telah direncanakan dengan tepat, dilakukan dengan cara yang aman, dan diawasi. Bekerja Pada Ketinggian hanya dilakukan jika pekerjaan dimaksudkan tidak dapat dilakukan di lantai dasasr serta jika situasi dan kondisi kerja tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan Tenaga Kerja dan orang lain.

Wajib adanya penilaian resiko dalam kegiatan atau aktifitas pekerjaan pada ketinggian, diperlukannya langkah-langkah yan tepat dan memadai untuk mencegah kecelakaan kerja. Langkah-langkah yang dimaksud ialah:

–          Memastikan bahwa pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan kondisi ergonomic yang memadai melalui jalur masuk (access) atau jalur keluar (egress) yang telah disediakan; dan

–          Memberikan peralatan keselamatan kerja yang tepat untuk mencegah Tenaga Kerja jatuh jika pekerjaan tidak dapat dilakukan pada tempat atau jalur masuk dan keluar.

Namun dari langkah-langkah yang sudah dipersiapkan tetap saja tidak dapat menghilangkan resiko jatuhnya Tenaga Kerja. Oleh karena itu wajib disediakann peralatan kerja untuk meminimalkan jarak jatuh atau mengurangi konsekuensi dari jatuhnya Tenaga Kerja dan menerapkan sistem izin kerja pada ketinggian dan memberikan instruksi atau melakuakn hal lainnya yang berkenaan dengan kondisi pekerjaan.

  1. Prosedur kerja aman;

Prosedur kerja wajib dimiliki secara tertulis dan dipahami dengan baik oleh Tenaga Kerja dan.atau orang yang terlibat untuk melakukan pekerjaan pada ketinggian. Prosedur kerja yang dimaksud meliputi:

–          Teknik dan cara perlindungan jatuh;

–          Cara pengelolaan peralatan;

–          Teknik dan cara melakukan pengawasan pekerjaan;

–          Kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

  1. Teknik bekerja aman;

Teknik bekerja aman bertujuan untuk mencegah Tenaga Kerja jatuh atau mengurangi dampak jatuh dari ketinggian. Teknik bekerja aman meliputi:

1) Bekerja pada Lantai Kerja Tetap;

Upaya untuk mencegah jatuh pada Lantai Kerja Tetap dapat berupa

  1. Pemasangan dinding atau tembok pembatas, pagar pengaman yang stabil dan kuat yang dapat mencegah Tenaga Kerja jatuh dari Lantai Kerja Tetap;
  2. Memastikan setiap tempat kerja sudah memiliki jalur masuk atau jalur keluar yang aman dan ergonomis; dan
  3. Memastikan panjang tali pembatas gerak (work restraint) tidak melebihi jarak antara titik Angkur dengan tepi bangunan yang berpotensi jatuh.

Upaya mengurangi dampak jatuh dari ketinggian dapat menggunakan alat penahan jatuh kolektif berupa jaring atau bantalan.

–          Bekerja pada Lantai Kerja Sementara;

Upaya untuk mencegah jatuh dari Lantai Kerja Sementara dapat menggunakan alat penahan jatuh perorangan berupa:

  1. Tali ulur tarik otomatis (retractable lanyard); atau
  2. Tali ganda dengan pengait dan peredam kejut (double lanyard with hook and absorber).

Lantai Kerja Sementara dan struktur pendukungnya tidak boleh menimbulkan risiko runtuh atau terjadi perubahan bentuk atau dapat mempengaruhi keselamatan penggunaan.

–          Bergerak secara vertical atau horizontal menuju atau meninggalkan lantai kerja;

Pengusaha dan/atau Pengurus wajib menyediakan alat pengangkut  orang untuk pergerakan Tenaga Kerja menuju atu meninggalkan lantai kerja. Teknik bergerak dengan menggunakan Perangkat Penahan Jatuh perorangan vertikal harus dipastikan:

  1. Angkur ditempatkan pada garis lurus vertical dengan posisi Tenaga Kerja;
  2. Sudut deviasi maksimum Angkur dari garis lurus vertical tidak lebih dari 15 (lima belas) derajat; dan
  3. Setiap perangkat ganya digunakan oleh seorang Tenaga Kerja.

Teknik bergerak dengan menggunakan Perangkat Penahan Jatuh perorangan horizontal, hal yang harus diperhatikan:

  1. Mampu menahan beban jatuh sejumlah pekerja yang terhubung; dan
  2. Jarak bentangan antara 2 (dua) titik Angkut tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) meter.

–          Bekerja pada posisi miring;

Tenaga Kerja wajib menggunakan Perangkat Penahan Jatuh perorangan dan alat pemosisi kerja.

–          Bekerja dengan akses tali

Dalam bekerja dengan akses tali wajib memenuhi persyaratan:

  1. Mempunyai 2 (dua) tali (line) masing-masing tertambat pada minimal 2 (dua) titik tambat terpisah berupa:
  2. Tali keselamatan, yang dilengkapi dengan perangkat perlindungan jatuh perorangan bergerak (mobile personal fall arrester)  yang mempunyai mekanisme terkunci sendiri mengikuti pergerakan Tenaga Kerja; dan
  3. Tali kerja, yang dilengkapi dengan alat untuk naik dan turun.
  1. Menggunakan sabuk tubuh (full body harness)  yang sesuai.

–  APD, Perangkat pelindung jatuh, dan Angkur; dan

APD dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan disediakan secara cuma-cuma untuk Tenaga Kerja oleh Pengusaha dan/atau Pengurus Perusahaan dalam melakukan pekerjaan pada ketinggian.

  1. Tenaga Kerja

Wajib disediakannya Tenaga Kerja yang kompeten dan berwenang di bidang K3 dalam pekerjaan pada ketinggian.

Tujuan Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang Banten

Pelatihan ini merupakan pelatihan yang minimal dapat membuka wacana pengetahuan peserta mengenai seluk – beluk bekerja pada ketinggian yang aman,serta membentuk karakter kompetensi profesional sehingga mampu memanfaatkan peluang kerja yang ada.

  1. kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.
  2. alat pengaman dan alat pelindung yang diharuskan.
  3. alat pelindung diri.
  4. cara serta sikap yang aman dalam melakukan pekerjaan
  5. Peserta memahami syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pekerjaan akses tali
  6. Peserta mampu menggunakan perlengkapan dan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan akses tali pada saat bekerja di ketinggian, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku sebagai Teknisi Akses Tali Tingkat 1 ( Rope Access Technicial level 1 )

Materi Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang Banten

  • Perundang – Undangan K3 dalam Pekerjaan pada ketinggian
  • Karakteristik lantai kerja tetap dan lantai kerja sementara
  • Prinsip penerapan Faktor Jatuh
  • Prosedur Kerja aman pada ketinggian
  • Pemilihan,Pemeriksaan dan pemakaian peralatan akses tali yang sesuai
  • Simpul dan Angkur
  • Teknik Manuver pergerakan pada tali
  • Teknik pemanjatan pada struktur
  • Evaluasi dan Praktik
Persyaratan Peserta Training Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK) 2 di Tangerang BAnten
  1. Minimum pendidikan SLTP atau sederajat;
  2. Sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki kekurangan fungsi tubuh yang dapat menyebabkan bahaya saat bekerja di ketinggian;
  3. Memiliki sertifikat pelatihan K3 Bekerja Pada Ketinggian tingkat 1 (satu) dan lisensi kerja yang masih berlaku;
  4. Telah mempunyai pengalaman 500 jam kerja pada ketinggian tingkat 1 (satu) yang dibuktikan dalam buku kerja; dan
  5. Lulus evaluasi pembinaan K3 Bekerja Pada Ketinggian tingkat 2 (dua).

untuk informasi lebih lanjut dapat hubungi :

contact person :

Meita Fatimah
0813-1696-4627 | meita@gunanusamanajemen.com | meita.gunanusa@gmail.com | https://bantentrainingcenter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *